Kali ini saya akan berikan contoh sederhana pembuatan aplikasi database dengan menggunakan fusebox php versi 5.1. Jika Anda belum memilikinya silahkan download pada website resmi fusebox di http://www.fusebox.org.
Dalam setiap membuat aplikasi fusebox, saya selalu menentukan outline dari direktori yang akan digunakan. Baiklah, saya tentukan saja direktori-direktori tersebut (catatan: outline direktori ini hanya contoh, Anda dapat membuat outline sendiri sesuai keinginan Anda) :
fbxdb/
——–/app/
—————/fusebox.core/
—————/modules/
—————/parsed/
—————/fusebox.xml.php
——–/images/
——–/styles/
——–/index.php
Root direktori adalah fbxdb yang diletakkan dibawah root webserver (sehingga dapat di akses melalui http://localhost/fbxdb), app adalah direktori dari aplikasi yang akan kita buat, didalamnya terdapat direktori fusebox.core/, masukkan semua core files fusebox dalam direktori tersebut. Direktori parsed/ digunakan fusebox untuk menghasilkan file-file php, direktori ini harus memiliki permission 777. Direktori modules/ adalah direktori utama aplikasi kita, circuit-circuit akan kita masukkan disini.
Pada root direktori terdapat file index.php, file tersebut masih kosong sehingga perlu kita buat scriptnya.
<?php
$FUSEBOX_APPLICATION_NAME = "fbxdb";
$FUSEBOX_APPLICATION_PATH = "app/";
$FUSEBOX_APPLICATION_KEY = "fusebox";
@include($FUSEBOX_APPLICATION_PATH."parsed/app_".$FUSEBOX_APPLICATION_NAME.".php");
include("app/fusebox.core/fusebox5.php");
?>
Pada file index terdapat beberapa variabel bawaan Fusebox yang perlu disetting, yaitu:
- $FUSEBOX_APPLICATION_NAME,
Menentukan nama dari aplikasi yang kita bangun, jika tidak didefinisikan, variabel ini berisi “cacheddata” - $FUSEBOX_APPLICATION_PATH
Menentukan direktori dimana file fusebox.xml dan direktori parsed diletakkan. Jika tidak didefinisikan, application path berda pada root. - FUSEBOX_APPLICATION_KEY
Menentukan key aplikasi aktif. Fusebox 5 mengizinkan untuk membuat aplikasi multiple yang setiap aplikasi dibedakan dengan key ini. Secara default variabel ini bernilai “fusebox”.
Ok, outline direktori telah kita lakukan, hal selanjutnya adalah menyiapkan databasenya. Karena ini hanya contoh, maka buatlah database yang simple, misal kita akan membuat database untuk menyimpan nama-nama karyawan beserta jabatannya, RDBMS yang digunakan adalah MySQL. Buat database, beri nama fbx_db, kemudian buat tabel-tabel berikut:
CREATE TABLE `jabatan` ( `id` int(11) NOT NULL auto_increment, `kode` varchar(10) NOT NULL, `nama` varchar(100) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id`), UNIQUE KEY `kode` (`kode`) ) ENGINE=MyISAM; CREATE TABLE `karyawan` ( `id` bigint(20) NOT NULL auto_increment, `kode` varchar(15) NOT NULL, `nama` varchar(100) NOT NULL, `id_jabatan` int(11) NOT NULL, `alamat` varchar(255) default NULL, `telepon` varchar(20) default NULL, `hp` varchar(20) default NULL, `email` varchar(255) default NULL, `website` varchar(255) default NULL, PRIMARY KEY (`id`), UNIQUE KEY `kode` (`kode`) ) ENGINE=MyISAM;
Oke… sekian dulu untuk bagian pertama, bagian selanjutnya adalah membuat fusebox.xml dan circuit.xml.
Happy fuseboxing