Membuat Aplikasi Database (Bagian 3)


Pada bagian sebelumnya kita telah membuat outline direktori, database, dan membuat struktur aplikasi fusebox  serta menentukan circuit-circuit yang diperlukan. Sekarang saatnya melakukan fusecoding, yaitu membuat kode php yang sudah ditentukan melalui circuit.xml.

Kita review dahulu file-file yang harus ada dari setiap circuit, berikut file-filenya:

Home

  1. dsp_main.php

Global

  1. act_setPostBack.php
  2. myGlobals.php

Layout

  1. lay_main.php
  2. lay_blank.php

Db

  1. config.php
  2. db_function.php
  3. act_connect.php

Jabatan

  1. qry_list.php
  2. dsp_list.php
  3. qry_dataById.php
  4. dsp_form.php
  5. act_insert.php
  6. act_update.php
  7. act_delete.php

Karyawan

  1. qry_list.php
  2. dsp_list.php
  3. qry_dataById.php
  4. dsp_form.php
  5. act_insert.php
  6. act_update.php
  7. act_delete.php

Disini saya tidak akan membuat keseluruhan dari fuse diatas, hanya bagian-bagian yang penting saja, untuk versi lengkapnya dapat di download pada bagian bawah post ini.

Hal menarik dari semua ini adalah, susunan file-file kita terlihat teratur dan pasti akan mudah merawat file-file tersebut. Hal menarik lain adalah walaupun file-file tersebut berada pada direktori sembarang, fusebox memperlakukan file-file tersebut seolah-olah berada pada root. Sehingga jika Anda ingin menambahkan menampilkan gambar, atribut src pada tag HTML nya dimulai dari root aplikasi. Contoh gambar berada pada direktori [root]/images/ dan kita akan menampilkan gambar pada direktori [root]/app/modules/karyawan/dsp_list.php :

<a href="#"><img src="images/edit.png" align="left"> Ubah Data</a>

Atau suatu saat kita perlu menambahkan library lain, dan kita meleakkan library tersebut pada [root]/libs/adodb/, dimanapun Anda ingin memanggil file dalam direktori tersebut, selama masih dalam scope fusebox (didefinisikan dalam fusebox.xml) maka pemanggilan dimulai dari root.

<?php
include_once "libs/adodb/adodb.inc.php";
// another code here ...
?>

Hal penting dalam membuat aplikasi database adalah menentukan setting dari database kita (nama database, host, username dan password). Dalam contoh ini konfigurasi tersebut kita definisikan dalam [root]/app/modules/db/config.php. Berikut contoh dari file config.php

<?php
$hostname = "localhost";
$dbname = "fbx_db";
$username = "root";
$password = "k0s0n6";
?>

Jangan lupa untuk membuat file koneksinya:

<?php
// Filename: act_connect.php
$DB = mysql_pconnect($hostname, $username, $password) or trigger_error(mysql_error(),E_USER_ERROR);
mysql_select_db($dbname,$DB) or die(mysql_error());
?>

Hal menarik lagi dalam pengembangan menggunakan fusebox adalah file kode menjadi sangat singkat, berikut adalah contoh dari file [root]/app/modules/jabatan/act_insert.php

<?php
$sql = sprintf("insert into jabatan(kode,nama) values(%s,%s)",
quote($_POST["kode"],"string",true),
quote($_POST["nama"],"string",true));
$query = mysql_query($sql) or die(mysql_error());
if ($query) $message = "Data telah disimpan";
?>

Oke sekian dulu untuk langkah-langkah kali ini, sampai jumpa pada tulisan selanjutnya. Untuk melihat seluruh kode dari aplikasi ini silahkan mendownloadnya disini.

Happy fuseboxing :)

,

  1. No comments yet.
(will not be published)

  1. No trackbacks yet.