Pada bagian sebelumnya kita telah membuat outline direktori, database, dan membuat struktur aplikasi fusebox serta menentukan circuit-circuit yang diperlukan. Sekarang saatnya melakukan fusecoding, yaitu membuat kode php yang sudah ditentukan melalui circuit.xml.
Kita review dahulu file-file yang harus ada dari setiap circuit, berikut file-filenya:
Home
- dsp_main.php
Global
- act_setPostBack.php
- myGlobals.php
Layout
- lay_main.php
- lay_blank.php
Db
- config.php
- db_function.php
- act_connect.php
Jabatan
- qry_list.php
- dsp_list.php
- qry_dataById.php
- dsp_form.php
- act_insert.php
- act_update.php
- act_delete.php
Karyawan
- qry_list.php
- dsp_list.php
- qry_dataById.php
- dsp_form.php
- act_insert.php
- act_update.php
- act_delete.php
Disini saya tidak akan membuat keseluruhan dari fuse diatas, hanya bagian-bagian yang penting saja, untuk versi lengkapnya dapat di download pada bagian bawah post ini.
Hal menarik dari semua ini adalah, susunan file-file kita terlihat teratur dan pasti akan mudah merawat file-file tersebut. Hal menarik lain adalah walaupun file-file tersebut berada pada direktori sembarang, fusebox memperlakukan file-file tersebut seolah-olah berada pada root. Sehingga jika Anda ingin menambahkan menampilkan gambar, atribut src pada tag HTML nya dimulai dari root aplikasi. Contoh gambar berada pada direktori [root]/images/ dan kita akan menampilkan gambar pada direktori [root]/app/modules/karyawan/dsp_list.php :
<a href="#"><img src="images/edit.png" align="left"> Ubah Data</a>
Atau suatu saat kita perlu menambahkan library lain, dan kita meleakkan library tersebut pada [root]/libs/adodb/, dimanapun Anda ingin memanggil file dalam direktori tersebut, selama masih dalam scope fusebox (didefinisikan dalam fusebox.xml) maka pemanggilan dimulai dari root.
<?php include_once "libs/adodb/adodb.inc.php"; // another code here ... ?>
Hal penting dalam membuat aplikasi database adalah menentukan setting dari database kita (nama database, host, username dan password). Dalam contoh ini konfigurasi tersebut kita definisikan dalam [root]/app/modules/db/config.php. Berikut contoh dari file config.php
<?php $hostname = "localhost"; $dbname = "fbx_db"; $username = "root"; $password = "k0s0n6"; ?>
Jangan lupa untuk membuat file koneksinya:
<?php // Filename: act_connect.php $DB = mysql_pconnect($hostname, $username, $password) or trigger_error(mysql_error(),E_USER_ERROR); mysql_select_db($dbname,$DB) or die(mysql_error()); ?>
Hal menarik lagi dalam pengembangan menggunakan fusebox adalah file kode menjadi sangat singkat, berikut adalah contoh dari file [root]/app/modules/jabatan/act_insert.php
<?php
$sql = sprintf("insert into jabatan(kode,nama) values(%s,%s)",
quote($_POST["kode"],"string",true),
quote($_POST["nama"],"string",true));
$query = mysql_query($sql) or die(mysql_error());
if ($query) $message = "Data telah disimpan";
?>
Oke sekian dulu untuk langkah-langkah kali ini, sampai jumpa pada tulisan selanjutnya. Untuk melihat seluruh kode dari aplikasi ini silahkan mendownloadnya disini.
Happy fuseboxing